.
Iklan
Showing posts with label Opini. Show all posts
Featured, Gaya Hidup, Media Sosial, Opini
Jakarta - Stimulasi optimal menjadi bagian dalam tumbuh kembang anak. Sayangnya, stimulasi pada anak kerap tidak optimal didapakan anak. Hal itu karena orang tua sering kali melupakan pentingnya menjaga parenting behavior dalam pengasuhan anak.
Psikolog anak, Roslina Verauli Mpsi, mengatakan, tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam memberikan stimulasi optimal adalah untuk menghadirkan quality time yang berkualitas. Sebab, seringkali orang tua merasa lelah dikarenakan banyak pekerjaan sehari-hari, stres, dan merasa tidak pernah cukup waktu yang dihabiskan bersama anak.
"Kurangnya pemahaman tentang parenting behavior termasuk kurang peka dalam memahami kebutuhan anak. Karenanya, parenting behavior orangtua harus dijaga ke arah positif," ungkap Roslina di Jakarta, Rabu (14/12).
Oleh karena itu, lanjut dia, orang tua direkomendasikan untuk memiliki momen eksklusif yang menyenangkan bersama anaknya setiap hari agar perkembangan emosi dan kemampuan sosial pada anak optimal. "Khususnya bila momen tersebut dihadirkan dalam suasana yang menyenangkan antara orang tua dan anak," paparnya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan melakukan kegiatan yang disukai oleh anak antara lain menggunakan musik dan tari sebagai sarana bermain dengan anak.
"Dimana interaksi orang tua dengan anak ada pada level playing field, yang dimaksudkan sebagai keadaan saat interaksi berjalan akrab, hangat, dan berlangsung dua arah," tambah psikolog yang akrab disapa Verauli ini.
Lebih lanjut, Verauli, menambahkan, salah satu cara yang paling sederhana untuk menerapkan hal itu adalah dengan mengajak anak musik dan tari. Dengan bermusik dan menari, khususnya antara orang tua-anak, perkembangan kemampuan komunikasi timbal balik dan berbahasa pada anak berkembang.
"Termasuk kemampuan empati sebagai salah satu ciri kompetensi emosional yang berperan besar bagi kemampuan keterampilan sosial, seperti kemampuan bekerja sama dan menolong orang lain, kelak," jelasnya.
Tidak hanya itu, Verauli menambahkan, kegiatan menari sebagai salah satu kegiatan yang melibatkan gerakan terkoordinasi dapat merangsang hormon neurotrophins, yakni zat alami yang merangsang pertumbuhan sel saraf dan meningkatkan koneksi saraf pada otak yang menjadikan anak siap untuk belajar dalam pengertian mudah menerima stimulasi yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan.
Psikolog anak, Roslina Verauli Mpsi, mengatakan, tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam memberikan stimulasi optimal adalah untuk menghadirkan quality time yang berkualitas. Sebab, seringkali orang tua merasa lelah dikarenakan banyak pekerjaan sehari-hari, stres, dan merasa tidak pernah cukup waktu yang dihabiskan bersama anak.
"Kurangnya pemahaman tentang parenting behavior termasuk kurang peka dalam memahami kebutuhan anak. Karenanya, parenting behavior orangtua harus dijaga ke arah positif," ungkap Roslina di Jakarta, Rabu (14/12).
Oleh karena itu, lanjut dia, orang tua direkomendasikan untuk memiliki momen eksklusif yang menyenangkan bersama anaknya setiap hari agar perkembangan emosi dan kemampuan sosial pada anak optimal. "Khususnya bila momen tersebut dihadirkan dalam suasana yang menyenangkan antara orang tua dan anak," paparnya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan melakukan kegiatan yang disukai oleh anak antara lain menggunakan musik dan tari sebagai sarana bermain dengan anak.
"Dimana interaksi orang tua dengan anak ada pada level playing field, yang dimaksudkan sebagai keadaan saat interaksi berjalan akrab, hangat, dan berlangsung dua arah," tambah psikolog yang akrab disapa Verauli ini.
Lebih lanjut, Verauli, menambahkan, salah satu cara yang paling sederhana untuk menerapkan hal itu adalah dengan mengajak anak musik dan tari. Dengan bermusik dan menari, khususnya antara orang tua-anak, perkembangan kemampuan komunikasi timbal balik dan berbahasa pada anak berkembang.
"Termasuk kemampuan empati sebagai salah satu ciri kompetensi emosional yang berperan besar bagi kemampuan keterampilan sosial, seperti kemampuan bekerja sama dan menolong orang lain, kelak," jelasnya.
Tidak hanya itu, Verauli menambahkan, kegiatan menari sebagai salah satu kegiatan yang melibatkan gerakan terkoordinasi dapat merangsang hormon neurotrophins, yakni zat alami yang merangsang pertumbuhan sel saraf dan meningkatkan koneksi saraf pada otak yang menjadikan anak siap untuk belajar dalam pengertian mudah menerima stimulasi yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan.
Bisnis Online, Featured, Hiburan, Internet, Media Sosial, Musik, Opini
Gaya Hidup - Tak bisa dimungkiri pesatnya kemajuan teknologi ikut membentuk karakter anak-anak, khususnya remaja. Bahkan anak-anak di desa yang dulunya hanya mengenal permainan tradisional seperti galasin, lari bakiak dan egrang, kini semakin banyak yang kecanduan gadget.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ambar Rahayu mengatakan, derasnya arus globalisasi tidak diimbangi benteng diri yang cukup kuat. Padahal perilaku negatif anak zaman sekarang turut dibentuk kemajuan teknologi. Sementara norma sosial, budaya, dan religi yang dulunya efektif, makin lama makin tergerus.
“Globalisasi dan digitalisasi begitu deras, jika anak-anak tidak bisa memilih mana yang benar dan salah atau tidak mampu membentengi diri sendiri, maka mudah terperosot,” kata Ambar Rahayu pada pemilihan Duta Genre 2016, baru-baru ini.
Sebuah survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di 2016 menunjukkan, sebagian besar waktu luang anak habis untuk bermain gadget atau handphone. Pemakainan gadget 70 persen untuk chatting, 20 persen mengunduh tugas sekolah, dan sisanya berkomunikasi dengan orangtua, seperti meminta jemputan atau pulsa.
Riset Asian Parent juga tak kalah memperihatinkan. Sebanyak 99 persen anak lebih suka menghabiskan waktunya bermain gadget saat di rumah, 71 persen sibuk sendiri dengan gadget saat bepergian, 70 persen di rumah makan, 40 persen di rumah teman, dan 17 persen saat jam istrahat di sekolah.
Namun Ambar Rahayu masih yakin kondisi ini belum terlambat diperbaiki. Menurutnya, orangtua adalah pemegang kontrol utama anak, di samping masyarakat dan pemerintah. Untuk mengontrol, orang tua harus mengikuti perkembangan teknologi mulai dari penggunaan gadget sampai dampak yang ditimbulkan. “Anak masa kini hidup di zaman yang berbeda dengan orang tua. Sedapat mungkin ikuti dan mengerti dunia mereka, jangan selalu dipaksakan mengikuti kemauan orang tua,” kata Ambar.
Menurut Ambar, orangtua harus berperan sebagai katalisator bagi semua informasi yang diserap anak. Membimbing mereka menggunakan internet secara bijak, melarang dan menjelaskan dampak negatifnya. Pasalnya, anak membutuhkan bimbingan dan informasi yang lengkap dari yang didapatnya melalui internet.
Jika mereka mendapat pemahaman yang tidak utuh akan mendorong perilaku negatif yang disebut BKKBN sebagai Triad KRR, yaitu melakukan seks pranikah, menikah muda serta penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Salah satu upaya BKKBN untuk mengedukasi remaja adalah kegiatan pemilihan Duta Genre. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Duta Genre 2016 lebih menekankan pada revolusi mental.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ambar Rahayu mengatakan, derasnya arus globalisasi tidak diimbangi benteng diri yang cukup kuat. Padahal perilaku negatif anak zaman sekarang turut dibentuk kemajuan teknologi. Sementara norma sosial, budaya, dan religi yang dulunya efektif, makin lama makin tergerus.
“Globalisasi dan digitalisasi begitu deras, jika anak-anak tidak bisa memilih mana yang benar dan salah atau tidak mampu membentengi diri sendiri, maka mudah terperosot,” kata Ambar Rahayu pada pemilihan Duta Genre 2016, baru-baru ini.
Sebuah survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di 2016 menunjukkan, sebagian besar waktu luang anak habis untuk bermain gadget atau handphone. Pemakainan gadget 70 persen untuk chatting, 20 persen mengunduh tugas sekolah, dan sisanya berkomunikasi dengan orangtua, seperti meminta jemputan atau pulsa.
Riset Asian Parent juga tak kalah memperihatinkan. Sebanyak 99 persen anak lebih suka menghabiskan waktunya bermain gadget saat di rumah, 71 persen sibuk sendiri dengan gadget saat bepergian, 70 persen di rumah makan, 40 persen di rumah teman, dan 17 persen saat jam istrahat di sekolah.
Namun Ambar Rahayu masih yakin kondisi ini belum terlambat diperbaiki. Menurutnya, orangtua adalah pemegang kontrol utama anak, di samping masyarakat dan pemerintah. Untuk mengontrol, orang tua harus mengikuti perkembangan teknologi mulai dari penggunaan gadget sampai dampak yang ditimbulkan. “Anak masa kini hidup di zaman yang berbeda dengan orang tua. Sedapat mungkin ikuti dan mengerti dunia mereka, jangan selalu dipaksakan mengikuti kemauan orang tua,” kata Ambar.
Menurut Ambar, orangtua harus berperan sebagai katalisator bagi semua informasi yang diserap anak. Membimbing mereka menggunakan internet secara bijak, melarang dan menjelaskan dampak negatifnya. Pasalnya, anak membutuhkan bimbingan dan informasi yang lengkap dari yang didapatnya melalui internet.
Jika mereka mendapat pemahaman yang tidak utuh akan mendorong perilaku negatif yang disebut BKKBN sebagai Triad KRR, yaitu melakukan seks pranikah, menikah muda serta penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Salah satu upaya BKKBN untuk mengedukasi remaja adalah kegiatan pemilihan Duta Genre. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Duta Genre 2016 lebih menekankan pada revolusi mental.
Featured, Gaya Hidup, Headline News, Opini
Dikutip dari Cosmopolitan, Kamis (26/5/2016), berikut adalah beberapa topik pujian yang diam-diam disukai pria. Maka, jangan ragu untuk melontarkannya untuk membuat pria Anda berbunga-bunga.
1. Pakaian
Kadang pria berusaha untuk terlihat modis. Bahkan, terkadang usaha mereka untuk tampil modis melebihi wanita, lho. Jika sudah begini, mereka tentu akan senang bila dipuji penampilannya. Ini artinya Anda memperhatikannya hingga hal kecil.
2. Tubuhnya
Dia berolahraga untuk tetap ramping? Atau berolahraga untuk membentuk tubuhnya lebih berotot? Tentu hal ini bukan upaya yang kecil, maka pujian akan sangat berarti bagi mereka.
3. Kenyamanan yang ia berikan
Seorang pria pasti akan bahagia bila wanita yang dicintainya merasa aman dan nyaman. Maka jika Anda merasakannya, jangan ragu untuk katakan kepadanya.
4. Baunya
Parfum bercampur feromon merupakan perpaduan sempurna yang sangat seksi. Jika Anda merasakannya, maka katakanlah kepada pasangan Anda.
5. Rambutnya
Pria akan merasa lebih percaya diri dengan pujian untuk potongan rambut barunya. Lakukan pujian ini untuk memenangkan hatinya.
6. Otaknya
Tak hanya fisik, pria juga gemar dipuji kecerdasannya. Secara tidak langsung, ini akan menunjukkan kecerdasan Anda juga karena memperhatikan kecerdasannya.
7. Kekuatannya
Kekuatan identik dengan betapa jantannya sang pria. Pujian ini akan membuatnya merasa seksi.
8. Kemampuannya menyetir
Meski tidak tergantung pada gender, tetapi menyetir biasanya merupakan kegiatan pria. Mereka pasti akan bangga bila wanita memuji kemampuannya.
9. Kelucuannya
Pria senang mendengar wanita tertawa karena leluconnya. Maka coba lah ungkapkan bahwa dia memiliki sense of humor yang baik.
Featured, Headline News, Opini, Sosial Politik
Mesir - Kecelakan pesawat kini terjadi lagi. Pesawat Egypt Air A320 yang diduga mengalami kecelakaan dan menghilang ditemukan pada Kamis (19/5/2016), di Pulau Kreta di Laut Tengah.
"Ada temuan di wilayah tenggara Kreta, di dalam jalur penerbangan pesawat EgyptAir itu," kata juru bicara militer Yunani, Vassilis Beletsiotis.
Dia menambahkan, sebuah pesawat angkut Hercules C-130 milik angkatan bersenjata Mesir telah melihat puing-puing yang mengapung itu dan sejumlah kapal akan dikirim untuk melakukan investigasi.
Pesawat EgyptAir yang hilang dari radar, dan kemudian dikabarkan jatuh di Laut Tengah, Kamis (19/5/2016) pagi, terpantau sempat kehilangan ketinggian hingga ke 15.000 kaki.
Sebelumnya, berdasarkan catatan terakhir sebelum Airbus A320 lenyap dari radar, pesawat yang membawa 66 orang itu berada di ketinggian 37.000 kaki. Pesawat itu terpantau sempat berbelok tajam di atas wilayah udara Mesir.
Demikian penjelasan yang diungkapkan Menteri Pertahanan Yunani, Panos Kammenos, dalam jumpa pers yang digelar di Athena.
"Pesawat terpantau bergerak 90 derajat ke kiri dan kemudian 360 derajat berbelok ke kanan. Pesawat itu pun turun tajam dari ketinggan 37.000 kaki hingga ke 15.000 kaki. Sinyal hilang saat pesawat berada di ketinggian 10.000 kaki," urai Panos Kammenos.
"Ini menunjukkan bahwa pesawat telah hilang. Namun, hingga saat ini, belum ada hasil yang tuntas terkait kejadian ini," kata dia seperti dikutip dari Kantor Berita AFP.
Diberitakan sebelumnya, EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 dari Paris menuju Kairo hilang dari pantauan radar sekitar 130 mil laut dari Pulau Karpathos, yang berada antara Crete dan Rhodes.
Seperti diketahui, pilot pesawat itu sempat berbicara dengan pihak menara pengawas penerbangan di Yunani, 25 menit sebelum kejadian.
Dalam pembicaraan itu pun tak ada laporan mengenai masalah pada pesawat. Informasi itu dipaparkan Kepala Biro Penerbangan Sipil Yunani, Constantinos Litzerakos.
"Pihak menara pengawas mengontak pilot pada ketinggian 37.000 kaki di dekat Athena. Dia tidak mengungkapkan adanya masalah," kata Litzerakos seperti disiarkan Antenna TV.
Litzerakos juga mengatakan, percakapan terjadi sekitar 25 menit sebelum pesawat itu hilang dari radar Yunani.
Dalam pernyataan tertulisnya, Biro Penerbangan Sipil Yunani mengungkapkan, pilot dalam kondisi baik, dan sempat mengucapkan terima kasih kepada petugas pengawas udara saat meninggalkan wilayah Yunani.
"Kami memantau seluruh proses. Sejak pesawat masuk wilayah Yunani, hingga keluar, penyimpangan sama sekali tidak terlihat dari koordinat yang kami berikan," ungkap Litzerakos lagi.
Selanjutnya, Kementerian Pertahanan Yunani menurunkan dua pesawat pencari dan sebuah fregat untuk menuju kawasan perairan internasional.
Selain itu, masih ada tenaga cadangan yang disiapkan di Pulau Karpathos, dekat Crete, termasuk pesawat tempur F-16 dan kapal selam.
"Kami mengimbau Perancis dan juga negara-negara lain untuk memeriksa citra satelit sehingga bisa membuka peluang adanya petunjuk lain," ujar Kammenos.
"Ada temuan di wilayah tenggara Kreta, di dalam jalur penerbangan pesawat EgyptAir itu," kata juru bicara militer Yunani, Vassilis Beletsiotis.
Dia menambahkan, sebuah pesawat angkut Hercules C-130 milik angkatan bersenjata Mesir telah melihat puing-puing yang mengapung itu dan sejumlah kapal akan dikirim untuk melakukan investigasi.
Pesawat EgyptAir yang hilang dari radar, dan kemudian dikabarkan jatuh di Laut Tengah, Kamis (19/5/2016) pagi, terpantau sempat kehilangan ketinggian hingga ke 15.000 kaki.
Sebelumnya, berdasarkan catatan terakhir sebelum Airbus A320 lenyap dari radar, pesawat yang membawa 66 orang itu berada di ketinggian 37.000 kaki. Pesawat itu terpantau sempat berbelok tajam di atas wilayah udara Mesir.
Demikian penjelasan yang diungkapkan Menteri Pertahanan Yunani, Panos Kammenos, dalam jumpa pers yang digelar di Athena.
"Pesawat terpantau bergerak 90 derajat ke kiri dan kemudian 360 derajat berbelok ke kanan. Pesawat itu pun turun tajam dari ketinggan 37.000 kaki hingga ke 15.000 kaki. Sinyal hilang saat pesawat berada di ketinggian 10.000 kaki," urai Panos Kammenos.
"Ini menunjukkan bahwa pesawat telah hilang. Namun, hingga saat ini, belum ada hasil yang tuntas terkait kejadian ini," kata dia seperti dikutip dari Kantor Berita AFP.
Diberitakan sebelumnya, EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 dari Paris menuju Kairo hilang dari pantauan radar sekitar 130 mil laut dari Pulau Karpathos, yang berada antara Crete dan Rhodes.
Seperti diketahui, pilot pesawat itu sempat berbicara dengan pihak menara pengawas penerbangan di Yunani, 25 menit sebelum kejadian.
Dalam pembicaraan itu pun tak ada laporan mengenai masalah pada pesawat. Informasi itu dipaparkan Kepala Biro Penerbangan Sipil Yunani, Constantinos Litzerakos.
"Pihak menara pengawas mengontak pilot pada ketinggian 37.000 kaki di dekat Athena. Dia tidak mengungkapkan adanya masalah," kata Litzerakos seperti disiarkan Antenna TV.
Litzerakos juga mengatakan, percakapan terjadi sekitar 25 menit sebelum pesawat itu hilang dari radar Yunani.
Dalam pernyataan tertulisnya, Biro Penerbangan Sipil Yunani mengungkapkan, pilot dalam kondisi baik, dan sempat mengucapkan terima kasih kepada petugas pengawas udara saat meninggalkan wilayah Yunani.
"Kami memantau seluruh proses. Sejak pesawat masuk wilayah Yunani, hingga keluar, penyimpangan sama sekali tidak terlihat dari koordinat yang kami berikan," ungkap Litzerakos lagi.
Selanjutnya, Kementerian Pertahanan Yunani menurunkan dua pesawat pencari dan sebuah fregat untuk menuju kawasan perairan internasional.
Selain itu, masih ada tenaga cadangan yang disiapkan di Pulau Karpathos, dekat Crete, termasuk pesawat tempur F-16 dan kapal selam.
"Kami mengimbau Perancis dan juga negara-negara lain untuk memeriksa citra satelit sehingga bisa membuka peluang adanya petunjuk lain," ujar Kammenos.
Featured, Headline News, Hukum Dan Kriminal, Opini

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo mengungkapkan, sanksi tersebut dijatuhkan menyusul kejadian salah akses penumpang internasional ke terminal domestik di Soetta dan Ngurah Rai baru-baru ini.
"Tindak lanjut kejadian kesalahan penanganan penumpang Lion Air dan Air Asia, maka saya berikan sanksi pembekuan sementara dua groundhandling yang berlaku lima hari kerja sejak surat dikeluarkan pada 17 Mei 2016," kata Suprasetyo dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/5).Suprasetyo mengungkapkan, pembekuan izin itu guna keperluan investigasi lebih lanjut, selain untuk perbaikan semua pihak agar lebih peduli pelayanan, keamanan, dan keselamatan. Sanksi pembekuan berlaku sampai dengan proses investigasi tuntas dilaksanakan dan membuahkan hasil.
"Kami sudah mengimbau agar Lion Air dan AirAsia mencari groundhandling lain supaya pelayanan terhadap penerbangan dapat terus dilakukan," jelasnya"
Featured, Gaya Hidup, Hiburan, Nasional, Opini
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat yang diketuai oleh Judhariksawan dianggap sebagai satu-satunya lembaga resmi yang berwenang menentukan sebuah stasiun televisi melakukan pelanggaran atau tidak, sepertinya pedangdut Zaskia Gotik baru saja melewati kiamat kecil dalam hidupnya.
Ya, ini berhubungan dengan kasus celetukannya yang dianggap telah menghina lambang negara. Dalam acara Dahsyat yang ditayangkan pada 15 Maret 2016 itu, ia menyebut Hari Proklamasi Kemerdekaan RI jatuh pada 32 Agustus dan lambang sila kelima Pancasila 'bebek nungging'.
Celetukan ini, terlepas dari sekadar candaan seperti diakuinya, telah memancing reaksi keras masyarakat. Selama berhari-hari ia dihujat kiri kanan. Mulai dari ibu rumah tangga, politikus sampai tokoh masyarakat. Mereka terlihat satu suara bahwa artis asal Cikarang, Bekasi, Jawa Barat itu harus dibawa ke ranah hukum karena perbuatannya dianggap fatal.
Para pakar merasa perlu pula urun komentar. Tidak kurang pengamat sosial dari Universitas Indonesia Ricardi S Adnan berpendapat, ini merupakan pelecehan simbol negara pertama yang mencuat pascareformasi. Ricardi menjelaskan bahwa masa setelah reformasi merupakan periode di mana Indonesia kehilangan identitas dan jati diri bangsa.
Sampai di sini pernyataan tersebut benar adanya. Namun, ia lupa bahwa ini bukanlah pelanggaran pertama pada lambang negara. Pada 2014, Ahmad Dhani pernah menggegerkan saat mengusung burung Garuda dalam video clip We Will Rock You. Hal ini dilakukannya saat menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Zaskia Gotik kemudian dilaporkan banyak pihak ke Polda Metro Jaya. Salah satunya dilakukan Komunitas Pengawas Korupsi (KPK). Melalui ketuanya, Muhammad Firdaus, mereka mengaku merasa terpanggil atas peristiwa penghinaan tersebut.
Seandainya saja yang bersangkutan mengatasnamakan pribadi, keberatan tersebut tentu bisa diterima dan akan mencerminkan kepeduliannya sebagai warga masyarakat yang baik. Tetapi ketika mengatasnamakan LSM yang dipimpinnya, segera muncul kejanggalan. Adakah penghinaan ini berhubungan langsung dengan persoalan rasuah yang menjadi fokus perhatian KPK?
Pelantun hit 1 Jam Saja tersebut serta merta berada dalam mimpi buruk yang tak bisa membuatnya tidur nyenyak. Tentu saja jika secara hukum dia terbukti melakukan penghinaan, ancaman pidana telah menunggu. Maka dengan sibuknya dia pontang panting ke sana kemari menyampaikan permohonan maaf sambil tak lupa sesenggukan sebagai isyarat penyesalannya yang tidak terhingga.
Terlanjur menjadi bola panas, KPI pun langsung menegur pihak RCTI. Setelah melalui mediasi, lembaga ini menganggap persoalannya selesai. Belakangan LSM KPK pun mencabut tuntutannya. Eh, ada buntut tak sedap. Mereka dicurigai menerima sejumlah uang dari pihak Zaskia Gotik. Muhammad Firdaus tentu saja membantah keras. Ya sudah biarkan saja.
Artinya, melalui pertemuan KPI dengan pihak RCTI, Zaskia Gotik tak perlu sampai harus menerima sanksi hukum atas kecerobohannya. Puas atau tidak, mestinya polemik juga berakhir. Ternyata tidak.
Dikerubut oleh berbagai alasan dan kepentingan, kasus 'bebek nungging' terlanjur berkembang menjadi bola api yang menyambar kian kemari. Pada titik ini tanpa disadari, keberadaan Zaskia perlahan-lahan bergeser dari seorang pesakitan menjadi komoditi.
Pengangkatannya sebagai Duta Pancasila oleh Partai Kebangkitan Bangsa menunjukkan indikasi tersebut. Moment ini berlangsung saat partai tersebut menggelar acara talkshow "Pancasila Hidup Kita" di ruang GBHN Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (7 April 2016) yang dihadiri sejumlah artis.
Kepada awak media, Ketua Fraksi PKB di MPR, Abdul Kadir Karding menjelaskan alasannya bahwa setiap ucapan artis dan pesohor bisa memengaruhi masyarakat, sedangkan politisi tidak. Artinya, Zaskia diharapkan dapat mengkatrol nama PKB. Pernyataan ini secara tidak langsung telah mengecilkan keberadaan partainya sendiri di mata masyarakat.
Ihwal Zaskia tentulah tidak dalam posisi yang mampu menolak meski inisiatif penunjukan ini telah menggiringnya ke wilayah rawan. Pasalnya, seorang duta tidak saja harus memahami betul permasalahan yang menjadi tugasnya, tetapi juga dituntut sikap dan perilaku yang tidak cacat norma.
Akal sehat pun rasanya sulit diajak kompromi, jika seseorang yang tengah dirundung kasus penghinaan atas lambang negara justru ditunjuk sebagai Duta Pancasila. Adakah jaminan bahwa ke depan tidak akan muncul persoalan serta hujatan baru?
Karding berpendapat bahwa penyelesaian melalui jalur hukum tidak perlu dilakukan, partainya telah memaafkan. Hal ini saja sudah langsung menyulut sindiran pedas politisi lain. Melalui akun Twitternya, @FahiraIdris, anggota DPR ini berkicau: "selain artis dilarang menghina lambang negara."
Dari segi bobot pelanggaran, sebenarnya yang dilakukan Ahmad Dhani jauh lebih serius karena terlihat jelas adanya unsur kesengajaan. Patung Garuda disiapkan sebagai properti video clip berdurasi 2,34 menit. Hal ini diperparah dengan kostum ala Nazi yang dikenakannya.
Guru besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Franz Magnis Suseno, mengaku jijik menyaksikan video tersebut. Menurut dia, Nazi di bawah pimpinan Hitler telah melakukan kejahatan terbesar dalam sejarah umat manusia.
Adapun sejarawan Asvi Warman Adam mengkritik hal ini sebagai pelecehan berat. Baginya Garuda lambang negara boleh saja dipergunakan sepanjang untuk kepentingan mempersatukan bangsa.
Dhani saat itu mewakili kepentingan politik salah satu pihak. Dhani Manaf tentu bukan musisi bodoh, dia pasti tahu terdapat ketentuan dalam undang-undang partai yang melarang penggunaan lambang Garuda meski menyerupai sekali pun.
Saat itu juga publik menuntut agar kasus Dhani dibawa ke ranah hukum. Tetapi seperti banyak terjadi pada berbagai kasus pelanggaran lain, penyelesaian hiruk pikuk ini tidak tuntas alias menguap begitu saja.
Apa yang dialami oleh Zaskia Gotik memperlihatkan gambaran ketidaksiapan sebagian para pelaku seni dalam menghadapi dinamika profesinya. Keluguan tidak cukup kuat sebagai modal menghadapi persaingan industri. Ia bukan Ahmad Dhani atau Syahrini yang pintar mengelola sebuah isu menjadi amunisi untuk mengatrol popularitas.
Lihat saja, cukup mengenaskan menyaksikan dia meminta maaf ke semua pihak atas kekhilafannya, sementara para penghujatnya seperti tidak mengenal puas untuk terus-terusan memojokkan. Kecuali Julia Perez, tidak seorang pun rekannya sesama profesi yang terlihat melakukan pembelaan.
Nampaknya Zaskia Gotik pun tidak pernah mendaftarkan dirinya pada organisasi profesi. Terbukti Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) yang diketuai Rhoma Irama diam seribu bahasa. Demikian pula dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI).
Kedua payung resmi ini nampaknya baru bergerak jika pelanggaran tersebut dilakukan anggotanya. Sikap yang bisa dibenarkan walaupun akan terlihat lebih cantik jika tidak hanya menunggu bola. Ini akan menjadi momentum bagus untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan para artis akan pentingnya perlindungan.
Ya, ini berhubungan dengan kasus celetukannya yang dianggap telah menghina lambang negara. Dalam acara Dahsyat yang ditayangkan pada 15 Maret 2016 itu, ia menyebut Hari Proklamasi Kemerdekaan RI jatuh pada 32 Agustus dan lambang sila kelima Pancasila 'bebek nungging'.
Celetukan ini, terlepas dari sekadar candaan seperti diakuinya, telah memancing reaksi keras masyarakat. Selama berhari-hari ia dihujat kiri kanan. Mulai dari ibu rumah tangga, politikus sampai tokoh masyarakat. Mereka terlihat satu suara bahwa artis asal Cikarang, Bekasi, Jawa Barat itu harus dibawa ke ranah hukum karena perbuatannya dianggap fatal.
Para pakar merasa perlu pula urun komentar. Tidak kurang pengamat sosial dari Universitas Indonesia Ricardi S Adnan berpendapat, ini merupakan pelecehan simbol negara pertama yang mencuat pascareformasi. Ricardi menjelaskan bahwa masa setelah reformasi merupakan periode di mana Indonesia kehilangan identitas dan jati diri bangsa.
Sampai di sini pernyataan tersebut benar adanya. Namun, ia lupa bahwa ini bukanlah pelanggaran pertama pada lambang negara. Pada 2014, Ahmad Dhani pernah menggegerkan saat mengusung burung Garuda dalam video clip We Will Rock You. Hal ini dilakukannya saat menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Zaskia Gotik kemudian dilaporkan banyak pihak ke Polda Metro Jaya. Salah satunya dilakukan Komunitas Pengawas Korupsi (KPK). Melalui ketuanya, Muhammad Firdaus, mereka mengaku merasa terpanggil atas peristiwa penghinaan tersebut.
Seandainya saja yang bersangkutan mengatasnamakan pribadi, keberatan tersebut tentu bisa diterima dan akan mencerminkan kepeduliannya sebagai warga masyarakat yang baik. Tetapi ketika mengatasnamakan LSM yang dipimpinnya, segera muncul kejanggalan. Adakah penghinaan ini berhubungan langsung dengan persoalan rasuah yang menjadi fokus perhatian KPK?
Pelantun hit 1 Jam Saja tersebut serta merta berada dalam mimpi buruk yang tak bisa membuatnya tidur nyenyak. Tentu saja jika secara hukum dia terbukti melakukan penghinaan, ancaman pidana telah menunggu. Maka dengan sibuknya dia pontang panting ke sana kemari menyampaikan permohonan maaf sambil tak lupa sesenggukan sebagai isyarat penyesalannya yang tidak terhingga.
Terlanjur menjadi bola panas, KPI pun langsung menegur pihak RCTI. Setelah melalui mediasi, lembaga ini menganggap persoalannya selesai. Belakangan LSM KPK pun mencabut tuntutannya. Eh, ada buntut tak sedap. Mereka dicurigai menerima sejumlah uang dari pihak Zaskia Gotik. Muhammad Firdaus tentu saja membantah keras. Ya sudah biarkan saja.
Artinya, melalui pertemuan KPI dengan pihak RCTI, Zaskia Gotik tak perlu sampai harus menerima sanksi hukum atas kecerobohannya. Puas atau tidak, mestinya polemik juga berakhir. Ternyata tidak.
Dikerubut oleh berbagai alasan dan kepentingan, kasus 'bebek nungging' terlanjur berkembang menjadi bola api yang menyambar kian kemari. Pada titik ini tanpa disadari, keberadaan Zaskia perlahan-lahan bergeser dari seorang pesakitan menjadi komoditi.
Pengangkatannya sebagai Duta Pancasila oleh Partai Kebangkitan Bangsa menunjukkan indikasi tersebut. Moment ini berlangsung saat partai tersebut menggelar acara talkshow "Pancasila Hidup Kita" di ruang GBHN Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (7 April 2016) yang dihadiri sejumlah artis.
Kepada awak media, Ketua Fraksi PKB di MPR, Abdul Kadir Karding menjelaskan alasannya bahwa setiap ucapan artis dan pesohor bisa memengaruhi masyarakat, sedangkan politisi tidak. Artinya, Zaskia diharapkan dapat mengkatrol nama PKB. Pernyataan ini secara tidak langsung telah mengecilkan keberadaan partainya sendiri di mata masyarakat.
Ihwal Zaskia tentulah tidak dalam posisi yang mampu menolak meski inisiatif penunjukan ini telah menggiringnya ke wilayah rawan. Pasalnya, seorang duta tidak saja harus memahami betul permasalahan yang menjadi tugasnya, tetapi juga dituntut sikap dan perilaku yang tidak cacat norma.
Akal sehat pun rasanya sulit diajak kompromi, jika seseorang yang tengah dirundung kasus penghinaan atas lambang negara justru ditunjuk sebagai Duta Pancasila. Adakah jaminan bahwa ke depan tidak akan muncul persoalan serta hujatan baru?
Karding berpendapat bahwa penyelesaian melalui jalur hukum tidak perlu dilakukan, partainya telah memaafkan. Hal ini saja sudah langsung menyulut sindiran pedas politisi lain. Melalui akun Twitternya, @FahiraIdris, anggota DPR ini berkicau: "selain artis dilarang menghina lambang negara."
Dari segi bobot pelanggaran, sebenarnya yang dilakukan Ahmad Dhani jauh lebih serius karena terlihat jelas adanya unsur kesengajaan. Patung Garuda disiapkan sebagai properti video clip berdurasi 2,34 menit. Hal ini diperparah dengan kostum ala Nazi yang dikenakannya.
Guru besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Franz Magnis Suseno, mengaku jijik menyaksikan video tersebut. Menurut dia, Nazi di bawah pimpinan Hitler telah melakukan kejahatan terbesar dalam sejarah umat manusia.
Adapun sejarawan Asvi Warman Adam mengkritik hal ini sebagai pelecehan berat. Baginya Garuda lambang negara boleh saja dipergunakan sepanjang untuk kepentingan mempersatukan bangsa.
Dhani saat itu mewakili kepentingan politik salah satu pihak. Dhani Manaf tentu bukan musisi bodoh, dia pasti tahu terdapat ketentuan dalam undang-undang partai yang melarang penggunaan lambang Garuda meski menyerupai sekali pun.
Saat itu juga publik menuntut agar kasus Dhani dibawa ke ranah hukum. Tetapi seperti banyak terjadi pada berbagai kasus pelanggaran lain, penyelesaian hiruk pikuk ini tidak tuntas alias menguap begitu saja.
Apa yang dialami oleh Zaskia Gotik memperlihatkan gambaran ketidaksiapan sebagian para pelaku seni dalam menghadapi dinamika profesinya. Keluguan tidak cukup kuat sebagai modal menghadapi persaingan industri. Ia bukan Ahmad Dhani atau Syahrini yang pintar mengelola sebuah isu menjadi amunisi untuk mengatrol popularitas.
Lihat saja, cukup mengenaskan menyaksikan dia meminta maaf ke semua pihak atas kekhilafannya, sementara para penghujatnya seperti tidak mengenal puas untuk terus-terusan memojokkan. Kecuali Julia Perez, tidak seorang pun rekannya sesama profesi yang terlihat melakukan pembelaan.
Nampaknya Zaskia Gotik pun tidak pernah mendaftarkan dirinya pada organisasi profesi. Terbukti Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) yang diketuai Rhoma Irama diam seribu bahasa. Demikian pula dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI).
Kedua payung resmi ini nampaknya baru bergerak jika pelanggaran tersebut dilakukan anggotanya. Sikap yang bisa dibenarkan walaupun akan terlihat lebih cantik jika tidak hanya menunggu bola. Ini akan menjadi momentum bagus untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan para artis akan pentingnya perlindungan.
Featured, Headline News, Nasional, News, Opini
Jakarta - Situs Kawal Pemilu adalah alat propaganda baru kubu Jokowi-JK
untuk menggiring opini dan memenangkan Pilpres 2014 dengan berbagai
cara. Pendirinya, Ainun Nadjib, adalam anggota Tim Independen Kampanye PUTIH Jokowi-JK
Siapa di Belakang Situs Kawal Pemilu? Kita tanya saja kepada para pengekspos dan pendukung situs kawal pemilu ini, seperti Metro TV, detik.com, Komps.com, dan situs-situs pro-Jokowi lainnya. Dengan bersemangatnya mereka mengekspos situs kawal pemilu, sudah jelas 'kan Siapa di Belakang Situs Kawal Pemilu?
Situs kawalpemilu.org hadir dalam dua hari terakhir. Situs ini mengawal
penghitungan suara di KPU dan menjadi salah satu rujukan utama publik.
Siapa di balik hadirnya situs yang tampilannya sederhana namun canggih
ini?Siapa di Belakang Situs Kawal Pemilu? Kita tanya saja kepada para pengekspos dan pendukung situs kawal pemilu ini, seperti Metro TV, detik.com, Komps.com, dan situs-situs pro-Jokowi lainnya. Dengan bersemangatnya mereka mengekspos situs kawal pemilu, sudah jelas 'kan Siapa di Belakang Situs Kawal Pemilu?
Adalah Ainun Najib sosok utama yang menginisiasi website tersebut. Ainun adalah alumnus Nanyang Technological University dan berdomisili di Singapura. Ainun juga pernah menjadi juara olimpiade matematika. Ia kini bekerja sebagai konsultan di sebuah perusahaan teknologi informasi terkemuka.
Apa latar belakang Ainun membuat kawalpemilu.org?
"Kita menyambut ajakan KPU dan Presiden SBY untuk mengawal penghitungan suara. Kedua capres juga menyerukan untuk mengawal. Kita lihat datanya tersedia, dan secara teknologi informasi bisadioprek ternyata," kata Ainun kepada Metrotvnews.com melalui sambungan telepon, Selasa (15/7/2014).
Dalam hal ini Ainun tidak sendiri. Dia dibantu dua programmer yang saat ini bekerja di perusahaan teknologi ternama di Silicon Valley, Amerika Serikat. "Perusahaannya kita sudah tahu semua. Dua orang programmer itu yang membuat programnya," ujar Ainun dalam logat Jawa yang kental.
Sayangnya kedua programmer itu enggan dimunculkan identitasnya. Yang jelas, kata Ainun, mereka membuat program dalam waktu dua hari. "Dan sejauh ini situs kawalpemilu.org yang paling canggih dalam menyajikan data pemilu," kata Ainun yang berasal dari Gresik, Jawa Timur ini.
Alasan sebenarnya: membantu Jokowi!
Itu alasan awal yang dikemukakan Ainun. Namun, situs Tempo, Liputan6, dan LensaIndonesia memuat fakta lain.
Ainun ternyata bergabung dalam Tim Independen Kampanye PUTIH Jokowi-JK. Tim ini sebagaimana dilansir laman tempo.co, pemrakarsanya Johannes Ardiant Harlie yang kini pendidikan public policy di John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika serikat.
Yang mendorong Ainun mau menyumbangkan tenaganya dengan sukarela untuk Jokowi, Ainun disebut mengakui di situs Indiegogo.com, bahwa alasan mau membantu Jokowi, di luar dugaan banyak orang. “Jokowi capres paling islami,” demikian pertimbangan Ainun.
Sebagai WNI di Singapura asal Balongpanggang, Ainun mengakui lahir juga di Desa Klotok, Balongpanggang, tepatnya 20 Oktober 1985. Di Singapura, dia tidak sendiri, tapi hidup ditemani isteri dan dua anak yang masih balita.
Isteri Ainun bukan perempuan Singapura, tapi Nimah Eka Yanti, gadis yang masih tetangga kota di Gresik, yaitu Lamongan. Dia kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Humaniora Universitas Islam Malang, Jatim.
Ainun memilih tinggal di Singapura setelah lulus di universitas Namyang, dan bekerja di sana. Rupanya, relawan militan Jokowi di Singapura ini masa kecilnya tidak menduga kalau harus menjadi WNI di Singapura. Masa kecilnya,
Dia sekolah Madrasah Ibtidaiyah Balongpanggang, dan SLTPN 1 Balongpanggang. Kemudian, SMU pindah di Surabaya dan diterima di SMUN 5 Surabaya. Lulus SMU 2003, kuliah di Universitas Nanyang selesai tahun 2007. @tempoco/licom
Tampaknya, inilah "cara baru" kubu Jokowi untuk menggiring opini publik
tentang kemenangannya, setelah Quick Count dilarang tayang oleh KPI.
Jadi, setelah Exit Poll, Quick Count, Real Count, maka kini
dimunculkanlah Kawal Pemilu!
Top 5 Populer Minggu Ini
-
Jakarta – Penemuan bom di Bekasi masih ada saja kalangan yang menganggap bahwa hal tersebut sebuah rekayasa. Dalam konferensi persnya Kap...
-
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin di rumahnya di Koj...
-
Bekasi - Bom yang ditemukan di Jalan Raya Bintarajaya VIII RT 04/RW 09, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa ...
-
Gaya Hidup - Tak bisa dimungkiri pesatnya kemajuan teknologi ikut membentuk karakter anak-anak, khususnya remaja. Bahkan anak-anak di des...
-
Jakarta - Nyali para penyelundup di lautan terhadap aparat penegak hukum tidak kunjung surut bayangkan aksi mereka dalam memasukkan bara...





