.
Iklan
Geberin News »
Featured
,
Headline News
,
Hukum Dan Kriminal
,
Sosial Politik
»
Kelompok Radikal Abu Sayyaf Sandra 14 Orang WNI
Kelompok Radikal Abu Sayyaf Sandra 14 Orang WNI
Posted by Geberin News on Tuesday, May 3, 2016 |
Featured,
Headline News,
Hukum Dan Kriminal,
Sosial Politik
Filipina - Kepolisian Filipina, Minggu (1/5/2016), mengatakan, 10 pelaut Indonesia yang diculik kelompok militan Abu Sayyaf dan disandera selama lima pekan akhirnya dibebaskan.
"Beberapa orang tak dikenal mengantar ke-10 orang kru kapal tunda itu ke kediaman Gubernur Abdusakur Tan Jnr di Pulau Jolo di tengah hujan lebat," kata kepala kepolisian Jolo, Junpikar Sitin.
Ke-10 sandera itu dibebaskan pada Minggu tengah hari. Kepala kepolisian Sulu, Inspektur Wilfredo Cayat, membenarkan kabar ini.
Cayat mengatakan, setelah diantar ke depan kediaman Gubernur Sulu, mereka lalu dibawa masuk dan disuguhi makanan.
"Gubernur Tan kemudian memanggil saya dan menyerahkan ke-10 orang itu ke kepolisian. Kini kami sedang mempersiapkan untuk membawa mereka ke Zamboanga dan menyerahkan mereka ke kantor konsuler," tambah Cayat kepada harian The Inquirer.
Cayat menambahkan, ke-10 orang itu disandera Abu Sayyaf pada 28 Maret lalu. Sejauh ini belum diketahui alasan pembebasan para sandera itu.
Namun, seorang sumber mengatakan, uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp 14 miliar sudah dibayarkan kepada pihak Abu Sayyaf.
"Mereka seharusnya dibebaskan antara Jumat atau Sabtu di satu tempat di kota Luuk," kata sumber tersebut.
Ke-10 sandera Indonesia itu dibebaskan enam hari setelah Abu Sayyaf memenggal sandera asal Kanada, John Ridsdel.
Saat ini, Abu Sayyaf masih menyandera 11 orang, yaitu empat warga Indonesia, empat warga Malaysia, serta masing-masing seorang warga Kanada, Norwegia, dan Belanda.
Abu Sayyaf adalah kelompok radikal yang memberontak terhadap Pemerintah Filipina sejak 1970-an dan selama ini sudah menewaskan sedikitnya 100.000 orang.
Top 5 Populer Minggu Ini
-
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta telah meresmikan ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA) untuk menghijaukan kawasan padat penduduk di Tebet...
-
Jakarta - Stimulasi optimal menjadi bagian dalam tumbuh kembang anak. Sayangnya, stimulasi pada anak kerap tidak optimal didapakan anak. ...
-
Jakarta - Detik-detik pelaksanaan Munaslub partai Golkar sedang diambang pintu. Barbagai syarat mutlak wajib dipenuhi oleh para kandidat...
-
Jakarta - Merayakan pesta demokrasi adalah puncak kegembiraan rakyat dalam menentukan masa depan bangsanya untuk itu polri menghimbau ma...
-
Jakarta - Kabar duka datang dari keluarga George Junus Aditjondro. Penulis buku kontroversial Membongkar Gurita Cikeas itu mengembuskan na...


No comments: